Cerita Pengusaha Muda Sukses Hamzah Izzulhaq

By | November 27, 2016

Mewujudkan Mimpi Sebagai Jutawan Muda

Pengusaha Muda Hamzah Izzulhaq

Pengusaha Muda Hamzah Izzulhaq

Muda, tampan, pintar dan kaya raya. ltulah empat kata yang bisa menggambarkan sosok Hamzah Izzulhaq, seorang entrepreneur muda yang luar biasa. Di usianya yang baru 18 tahun, ia sudah memiliki segalanya. Hidup yang mapan, penghasilan yang lebih dari cukup, prestasi yang membanggakan dan masih banyak lagi.

Hamzah tidak ingat betul kapankah ia memulai pekerjaan barunya sebagai seorang wirausahawan muda ini. Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah ternyata benih-benih kemandiriannya sudah muncul sejak Hamzah masih sangat kecil, tepatnya ketika ia masih menjadi murid sekolah dasar.

Pada waktu itu, Hamzah tidak pernah malu untuk berjualan kelereng, gambaran, petasan hingga merijadi seorang penjual koran. Bahkan ia juga tak pernah malu bekerja sebagai seorang tukang parkir serta ojek payung. Hamzah Izzulhaq sengaja melakukan semua itu hanya dengan satu tujuan yaitu untuk menambah uang saku.

Namun ia tidak pernah menyangka bahwa hal-hal yang pernah ia lakukan di masa kecilnya tersebut, ternyata mampu menggiringnya menjadi seorang pengusaha muda yang sukses seperti saat ini. Hamzah terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana. Ibunya adalah seorang guru SMP sementara sang ayah adalah seorang dosen. Meskipun uang sakunya sudah terjamin setiap hari, namun Hamzah tidak mau terus menerus mengandalkan pemberian sang ayah. Hamzah ingin mencoba untuk hidup mandiri.

 Demi  Niatnya tersebut Ia Rela Kehilangan Masakecilnya.

Untuk anak sekecil Hamzah, seharusnya ia menikmati masa-masa indahnya, bermain bersama keluarga dan juga teman-temannya. Namun kenyataan itu tidak ada dalam kamus Hamzah. Ia tidak mau hanya duduk-duduk santai dan menunggu pemberian sang ayah. Pada. waktu itu, Hamzah bekerja bersama beberapa temannya yang tidak mampu secara ekonomi. Namun, Hamzah baru menekuni perjalanan bisnisnya dengan serius ketika ada di bangku kelas 1 SMA. Pada waktu itu, Hamzah berjualan pulsa dan juga berbagai macam buku penunjang pelajaran sekolah setiap pergantian semester.

Kemudian, pria kelahiran Jakarta, 26 April1993 ini juga sudah berani melakukan trik-trik jitu seperti melobi sang paman yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar untuk menjadi distributor. Pada waktu itu, Hamzah sudah berani memberikanpenawaran diskon sebesar 30% per buku. “Buku itu lalu sayajual ke teman-teman dan kakpk kelas. Saya beri diskon untukmereka 10%, sehingga saya mendapat 20% dari setiap bukuyang berhasil terjual. Alhamdulillah, saya mengantongi nettprofit pada saat itu mencapai Rp 950 ribu / semester,” Ucap Hamzah Izzulhaq kepada CiputraEntrepreneurship.com.

Salah satu kehebatan dari Hamzah adalah kesadarannya untuk berinvestasi di usianya yang masih sangat muda. Ia tidak serta merta menghambur-hamburkan penghasilannya tersebut. Hamzah menabung sebagian hasil jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku. Adapun sebagian lain dari penghasilannya terse but ia gunakan untuk membuka lapangan bisnis lainnya, yaitu membuka counter pulsa. Namun sayangnya, bisnis tersebut tidak berjalan dengan  bagus. Omzet dari hasil counter pulsa tersebut seringkali digunakan karyawan tanpa seizin Hamzah terlebih dahulu, bahkan voucher pun sering digunakan untuk urusan pribadi.

Akhirnya, Hamzah pun menutup bisnis yang dirasanya sudah tidak dapat dipertahankan tersebut. “Sampai sekarang etalase untuk menjual pulsa masih tersimpan di gudang rumah,” kenang Hamzah sambil tertawa. Kegagalan tersebut tidak membuat Hamzah terpuruk.

Meskipun ia kecewa, namun ia tidak mau terlalu lama larut dalam rasa kecewanya terse but. Ia pun bangkit dan memupuk semangat serta kepercayaan dirinya. “Sejak saat itu, saya menghabiskan waktu untuk membaca buku-buku karya Pak Ci, seperti Ciputra Way dan juga Quantum Leap” akunya.

Kemudian, setelah ia berhasil mengumpulkan semua semangat dan kepercayaan yang masih tersisa dalam dirinya, Hamzah pun bangkit. I a menggunakan sisa tabungannya untuk berjualan pulsa kern bali. Ketika Hamzah duduk di kelas 2 SMA, ia bertekad untuk membeli sebuah pin. “Pada waktu itu, saya memutuskan untuk menekuni bisnis membuat pin. Ide tersebut muncul begitu saja. Tapi saya yakin bahwa bisnis tersebut pasti akan sukses. Apalagi setelah saya melihat peluang usaha di sekolah yang sering mengadakan sejumlah acara seperti pentas seni, OS/S dan lainnya. Dalam acara tersebut, biasanya membutuhkan pin serta stiker.” Ucap pria ini dengan senyum khasnya.

           Perjalanan Pengsuha Muda Yanhg Tak Kenal Menyerah

Ternyata, dugaan dan harapannya pun terbukti juga. Hamzah sering mendapatkan pesanan yang cukup besar dari acara-acara di sekolah. Namun, karena tidak dibekali dengan pengetahuan dan keahlian yang tepat, bisnis tersebut pun  erpaksa ditutup. “Banyak sekali pin dan stiker yang gagal cetak dan mesinnya pun rusak. Ayah sedikit marah dengan kerugian yang saya buat itu/’ lanjut Hamzah.

Terpuruk untuk kedua kalinya tidak juga membuat pria yang mengagumi sosok Ciputra ini jera. Hamzah tak pernah berhenti memupuk rasa percaya dirinya. Kemudian ia pun membaca berbagai macam buku biografi orang-orang sukses. “Hanya dengan belajar dari mereka-lah maka saya bisa menumbuhkan semangat saya.” Tuturnya.

Tak berapa lama kemudian, Hamzah pun memutuskan untuk berjualan berbagai macam makanan ringan di sekolahnya seperti roti, pizza dan kue-kue. Dari bisnis baru yang ia tekuni tersebut, Hamzah berhasil meraih keuntungan sebesar Rp 5 juta. Kemudian ketika ia memasuki pertengahan kelas 2 SMA, Hamzah pun mencium adanya peluang bisnis yang baru.

Peluang bisnis tersebut didapatkannya ketika ia mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar yang berjudul Community of Motivator and Entrepreneur {COME). Pada waktu mengikuti acara terse but, Hamzah pun bertemu dengan mitra bisnis barunya. Orang tersebut menawarinya usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri kepada. “Rekan bisnis saya itu juga masih sangat muda, usianya baru 23 tahun. Tapi bimbelnya sudah 44 cabang,” terangnya.

Hamzah tidak serta merta percaya dengan apa yang disampaikan oleh temannya tersebut. Kemudian, mitra bisnis yang baru dikenalnya tersebut memberikannya prospektus  dan juga laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pus at. Bimbel terse but di take over dengan harga Rp175 juta.”Rp.175 juta dan saya hanya punya Rp. 5 juta saja.”Tuturnya mengingat kenangan pahitnya. Kemudian lulusan SMAN 21 Jakarta Timur ini membujuk sang ayah untuk meminjam uang sebagai ta’mbahan modal bisnisnya. “Saya meminjam Rp70 juta dari ayah. Padahal, uang tersebut seharusnya ingin dibelikan mobil. Saya lalu melobi rekan saya untuk membayar Rp75 jutadulu dan sisanya dicicil dari keuntungan tiap semester. Alhamdulillah, permintaan saya dipenuhi,” kenang Hamzah. Dari franchise bimbel tersebutlah, Hamzah merasakan bahwa dia sudah menemukan apa yang dicarinya selama

VIDEO MOTIVASI DARI HAMZAH IZZULHAQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *